Selasa, 29 Maret 2016

fanfic first: The first love is irreplaceable

CHAPTER 9
Sudah 3 minggu aku murung dan mendiamkan Won woo seperti ini. Ponselku bordering berkali-kali dan saat ku tatap layar ponsel terdapat 27 panggilan tak terjawab Won woo. Anak itu memeng selalu menghubungiku walau aku tak pernah menjawabnya diapun sering mencoba mendekatiku dan akupun juga menghindarinya.
Kali ini ponselku bordering lagi dan kali ini Won woo mengirim pesan padaku.
‘mianhae chagi, Jeongmal mianhae chagi aku tidak bermaksud untuk menyembunyikan fakta itu tetapi aku takut kau akan menghindariku, memusuhiku, bahkan meninggalkan ku. Aku meminta maaf atas semua sikapku. Tidak mengapa kau menghindariku dan meninggalkanku tetapi hatiku hanya akan bersamamu selamanya dan semoga kau dapat berbahagia dengan seseorang yang lebih baik dariku.”
Kalimat panjang itupun membuat air mataku deras keluar dari pelipis mataku.
Kesalahanmu bukanlah kendala dalam cintaku dan aku akan selalu mencintaimu tak perduli sebesar apa kesalahanmu hanya saja aku tidak berani menatapmu dengan perasaan yang sedang tak menentu,
Prank!!!
“Ige mwoyeyo?”
“oppa”
Aku terkejut dengan kedatangan kakakku sambil membanting sebuah kotak. Aku mengambil kotak tersebut dan membukanya. Sebuah foto dan juga pesan yang serontak membuatku terkejut.
“chagi kau sudah tahu semua ini kan, kenapa kau tak member tahuku?”
“oppa aku, aku “
“Silmanghaesseoyo”
“oppa”
Kakakku beranjak pergi dengan membanting pintu.
Kupandangi isi kotak tadi, melihat foto yang aku lihat di rumah ibunya Won woo dan kubaca secarik kertas bertuliskan pengakuan dan kata-kata maaf.
Aku menangis terhisak dan ponselku pun berderring.
‘mianhae chagi, Jeongmal mianhae, saranghae’
Won woo mengirim kotak ini dan mengirim pesan. Kenapa pesan yang tertulis di ponselku seperti kalimat perpisahan.
Terdengar suara mobil yang keluar dari rumah dengan terburu-buru.
“bibi kemana kakak pergi?”
Tanyaku tergesa-gesa
Bibi hanya bilang bahwa kakak terlihat sangat marah dan langsung pergi. kulihat di ruang pribadi kakakku.
Dimana, dimana pistol itu. Pistol yang selalu disimpan di laci kakakku tak berada ditempatnya. Apakah, apakah yang akan ia lakukan.
Aku bergegas menuju rumah Won woo dan kulihat mobil kakakku terpakir tepat di parkiran apartement Won woo. Aku segera menuju ke lantai rumahnya dan menekan tombol kombinasi yang pernah Won woo beritahukan padaku.
Berantakan sekali ruangan ini, apa yang terjadi? Aku melihat darah berceceran dilantai dan melihat kakakku yang tiada henti menghajar Won woo secara brutal tanpa ada perlawanan dari Won woo.
“hentikan kak tolong hentikan”
Teriakanku membuat tak membuat kakakku berhenti dan iapun menghempaskan Won woo ke lantai dan mengeluarkan pistol dari sakunya.
Ddoorrrrr

Terdengar tembakan yang membuat seluruh ruangan itu tercengang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar