Sabtu, 26 Maret 2016

fanfic first: The first love is irreplaceable

CHAPTER 5
Pagi telah datang dan aku bergegas untuk berangkat ke sekolah.
“pagi my Angel apa kau sudah siap ke sekolah pagi ini?”
“hmmm ayo nanti kita terlambat ke sekolah”
“baiklah”
Dengan mobil ferary berwarna biru metalik ia menjemputku dan kamipun milau beranjak dari rumahku, dipertengahan perjalanan aku merasa heran dan bingung karena seharusnya murid tidak diperbolehkan untuk menaiki kendaraan pribadi tetapi Won woo menjemput dan menyupir sendiri mobilnya walaupun memang mobilnya berkapasitas 2 orang tetapi paling tidak ia bisa mengenakan mobil lain sehingga kami tetap memakai sopir agar tidak mendapat teguran sekolah.
“kau ini kenapa memakai mobil sendiri bukannya tidak diperbolehkan jika seorang murid menggunakan kendaraan pribadinya?”
“karena aku adalah pemilik sah sekolah maka tidak ada yang akan mencegahku o’iya bukannya bagus jika hanya ada kau dan aku di mobil ini jadi terasa romantic bukan?”
“kau ini, terserahlah apa yang ingin kau lakukan”
Kami sampai di sekolah dan kamipu memarkirkan mobil dan aku turun dari mobil sewaktu Won woo membukakan pintu untukku dan serontak seisi sekolah memperhatikan serta membicarakan kami berdua.
“abaikan saja mereka maka kau tidak akan terganggu dan selama aku disisihmu aku akan berusaha membuatmu nyaman”
Won woo berkata sembari menarik pinggulku agar tubuhku mendekat kepadanya dan diapun merangkulku untuk membantuku berjalan karena kakiku masih terasa sedikit nyeri.
Kami berpisah setelah di depan kelas aku sengaja melarang won woo untuk mengantarku ke dalam kelas karena pasti aku akan menjadi pusat perhatian dan itulah hal yang akan menyusahkanku nanti.
Bel istirahat berbunyi dan anak-anak pun keluar dari kelas dan hanya beberapa saja yang berada di dalam kelas.
“bisakah kau mengikutiku karena ada hal yang ingin aku bicarakan padamu”
Aku mengikutinya gadis sebaya ku yang sangat tergila-gila terhadap Won woo, bukan tanpa alas an ia menyukai Won woo tetapi karena ia adalah pria yang paling tampan diantara semua murid laki-laki dan juga pemilik sah sekolah jadi siapa yang menjadi kekasihnya pastinya mempunyai kekuasaan separti dirinya. Dan ia bernama Park Bom.
Bruk aku tertabrak seorang laki-laki yang sepertinya adalah teman Won woo.
“ahh mianhae aku tidak sengaja”
“gwenchana”
Sambil terseyum aku melanjutkan langkahku mengikuti Park Bom jang berjalan menuju belakang sekolah. Sesampainya di belakang sekolah ia memanggil teman-temannya dan menamparku serta mendorongku sampai terjatuh.
“apa yang kau lakukan”
“hah, kau bertanya apa yang aku lakukan seharusnya aku yang bertanya pada mu apa hubungan mu dengan Jeon Won woo”
Aku berdiri dan Bom pun tak membiarkanku setelah aku berdiri dia menamparku untu kedua kalinya dan temannya pun melempariku dengan telur dan juga tepung serta ada yang membawa air dan menumpahkannya padaku, mereka melakukan itu berulang-ulang dan aku masih tetap pada posisiku dan menerima apapun yang mereka lemparkan pada ku.
Kim Min Gyu teman Won woo yang tadi menabrakku keheranan karena ia tadi melihatku bersama Park Bom.
“kau ini kenapa? Seperti ada yang kau bingungkan?”
“ahh tidak aku hanya bingung dengan gadis yang bersamamu belakangan ini”
“apa maksudmu ada apa dengan Lin Ta?”
Won woo terkejut karena Min Gyu menyebut nama ku.
“tidak aku hanya bingung apa yang ia perbuat sampai berurusan dengan Park Bom?”
Won woo terkejut dan mengkhawatirkanku karena sudah bukan rahasia lagi jika Park Bom adalah wanita yang selalu membuat onar dan banyak anak yang keluar dari sekolah karna ulahnya.
            “kemana mereka?”
            “mereka tadi menuju ke belakang sekolah”
            Won woo langsung berlari menuju ke belakang sekolah dan berharap aku baik-baik saja.
Won woo melihatku sedang mereka guyur dengan tepung, telur dan juga air sambil menghina ku dan pada saat ember air ke-3 atau ember terakhir akan mereka guyurkan Won woo dengan cepat memeluk ku dengan erat.
Won woo menerima guyuran air sambil memeluku erat, serontak membuat Park Bom dan teman-temannya menjadi terkejut.
Sehabisnya air yang mengguyur kami Won woo berbicara dan serontak berbalik.
“aish kalian ini apa yang kalian lakukan pada yeojachingu ku hah”
“apa, wanita ini adalah yeojachingu mu jangan bercanda bahkan dia tidaklah lebih cantik dariku”
“kau”
Tangan Won woo hampir menampar wajah Park Bom.
“hentikan, jebal”
Pintaku, dan sekilas Park bom dan teman-temannya beranjak pergi meninggalkan kami. Won woo berbalik menatapku dan memegang wajahku yang merunduk penuh dengan telur dan tepung yang basah.
“wae”
“aku tidak ingin melawan wanita tetapi apa yang ingin kau lakukan tadi”
“kau ini bisa mengalahkan 5 orang sekaligus tetapi mengapa kau tidak melawan mereka bahkan saat aku ingin menamparnya karna ia telah membuatmu begini kau malah mencegahku, wae?”
“aku tau tetapi ia mencintaimu dan aku tidak akan menghukum orang karna ia mencintai seseorang”
“tetapi hanya dirimu yang aku cintai”
“karena hal itulah aku melarangmu menamparnya karna aku tidak ingin melihat orang menampar orang yang cintanya bertepujk sebelah tangan dan aku tidak ingin kau melukai seorang wanita, berjanjilah pada ku”
“baiklah tetapi katakana mengapa aku harus berjanji”
Won woo menatapku dalam dengan penuh kasih sayang ibu jarinya mulai menghilangkan kotoran di area wajahku.
“karena aku mencintaimu setidaknya jangan pernah sakiti wanita karna aku juga adalah wanita dan paling tidak berjanjilah jika kau juga mencintaiku”
Won woopun memeluk ku dengan erat dan berjanji padaku.
Karna kejadian tadi kami harus mengganti baju kami dan membersihkan badan kami, karna kejadian tadi pula kaki ku mengeluarkan darah kembali. Selesai ganti Won woo membantuku menuju mobil dan mengantarku pulang setelah aku meminta izin pada sekolah.
Di perjalanan Won woo membelai rambutku dan menyadari aku terlihat pucat dan mengalami demam.
“chagi gwenchana?”
“hmmm “
“tetapi badan mu terasa panas dan mukamu pucat”
“gwenchana aku hanya kelelahan”
Akupun tertidur sepanjang perjalanan sampai akhirnya kami sampai di rumah. Saat aku mencoba melangkah aku tak sanggup lagi dan hamper terjatuh dan untungnya Won woo menangkapku”
“ya gwencana”
Aku hanya mengangguk dan Won woo menggendongku sampai di kamar dan membaringkan ku. Ia aku suruh menelfon Dokter Joshua, ia adalah dokter keluarga ku. Tidak lama doctor Joshua datang dan memeriksa ku dan juga memperban kaki ku.
“apa yang terjadi padanya dok?”
“gwencana dia hanya kelelahan dan demam biasa, oya aku ingin kau menebus obat ini di apotek”
Dokter menyodorkan resep pada Won woo dan berpamitan. Won woo membelai rambutku dan mengecup dahi ku sebelum ia pergi untuk menebus obat.
“chagi bangun makan dan minumlah obat dulu”
Aku membuka mata ku perlahan dan Won woo membantuku untuk duduk dan bersandar. Won woo menyuapiku dengan penuh kasih sayang  dan membantuku untuk minum obat.
Selesi minum obat dia membantu ku untuk tidur kembali dan membereskan mangkuk tempat sup yng ia masak untuk ku. Aku berbaring dan menutp mataku untuk berusaha tertidur.
Won woo mebelai rambutku dan mengira aku tertidur sebelum ia menerima sebuah pesan dan akan beranjak pergi. Aku meraih tangannya dan mencegah ia untuk pergi.
“ku mohon jangan tinggalkan aku”
Sambil mata ku masih tertutup dan Won woopun menoleh dan kembali duduk di ranjang sambil tersenyum manis serta mengecup dahi ku dengan halus.
“tidak, dan tidak akan pernah sekalipun aku meninggalkan Angel ku”
“lalu ingin pergi kemana kau ?”
“aku hanya ingin pergi sebentar aku lupa bahwa hari ini ada rapat sekolah dan aku harus mendampingi ibuku sebagai pemilik sekolah tetapi jika kau ingin aku ada disini, aku tidak akan pergi”
“tidak pergilah dan cepat kembali”
“baiklah apapun yang kau minta”
Won woo memeluk ku dan beranjak pergi. Di saat Won woo pergi aku berfikir, kami belum lama berkenalan dan kami langsung berpacaran apa tidak terlalu mendadak tetapi setelah dipikir-pikir kami mempunyai banyak kesamaan dan memiliki ketertarikan satu sama lain .
(07:00) Won woo pulang dan langsung menuju ke kamarku dan ia juga membawa bunga beserta boneka panda besar yang jika dibandingkan dengan tubuhnya masih lebih besar boneka itu.
“taaaraa aku membawakan teman untukmu”
“wow kau ini”
Won woo terseyum dan meletakkan bunga di meja samping tempat tidur ku juga boneka itu ia letakkan di atas bangku. Dia langsung menuju ku dan memeriksa suhu badan ku dengan menempelkan punggung tangannya di keningku.
“demam mu sudah turun, dan sekarang waktunya minum obat”
“aniyo, shireo”
“kau ini minumlah obatnya paling tidak sampai demam mu sembuh”
“shireo”
“baiklah kalau begitu aku akan mebuatmu meminum obat ini dengan cara ku”
“apa maksud mu?”
Aku menarik selimut sampai menutupi muka ku, dan Won woo pun menarik selimutnya walau aku masih berpegangan dengan selimut itu.
“buka melut mu”
Apmmmmm apa ini, Won woo apa ini caranya membuatku meminum obat. Won woo memasukkan obat itu dari mulutnya atau lebih tepatnya dari mulut ke mulut.
“ya apa yang kau lakukan?”
“membuat mu minum obat itu”
“apakah harus dengan cara itu?”
“ya karena dengan cara ini kau bisa menelan obat itu bukan”
“ya”
Aku terkejut dan dengan teriakan aku membentaknya. Won woo malah tertawa dan aku rasa ia sedang menggodaku lagi. Kenapa, kenapa aku tidak pernah mengetahui dan tidak bisa menebak apa yang akan ia lakukan.
“apa kau ingin minum obat lagi”
“aniyo”
Aku memalingkan wajahku deri Won woo dan iapun pergi mungkin ke dapur.
Aku beranjak dari tempat tidur ku saat Won woo pergi, aku menatap bintang-bintang dan merasa angin di teras kamar yang bertambah dingin aku terseyum nanar karena teringat masa lalu ku bersama orangtua ku, kami sering memandang langit bersama di luar rumah sambil menikmati hidangan hangat yang disediakan ibu bahkan aku dan kakak berlomba untuk menghitung bintang-bintang dilangit.
Tak terasa air mata mulai menetes dan membasahi pipiku.
“kau ini kenapa berada di luar, cuaca sedang tidak bersahabat”
Won woo datang dan menyelimuti badan kami dengan satu selimut sambil memeluk ku dan akhirnya ia sadar bahwa aku sedang mengis.
“wae, apa karna perilaku ku tadi jika benar maafkanlah aku”
Sambil menatapku ia keheranan karna aku menangis dan ia pikir aku menangis karena perilakunya tadi.
“aniyo aku hanya…. Sangat merindukan orangtuaku”
“kau ini berhentilah menangis karena masa lalu tidaklah bisa kau putar dan kembalikan kembali, dan jika kau merindukan mereka kau bisa menangis dan melampiaskan semuanya kepadaku”
Aku serontak memeluk Won woo dan menangis di pelukan nya. Won woo memeluk dan mengusap-usap kepala ku dengan lembut mencoba untuk menenangkan ku, selama ini aku selalu menangis jika aku mengingat orangtua ku. Aku berhenti menangis dan mencoba melepas pelukan Won woo.
“pulanglah sudah terlalu lama kau berada di sini”
“wae, kau tidak suka aku berada disini?”
“bukan, bukan seperti itu tetapi kau perlu beristirahat dan bersekolah besok”
“baiklah jaga kondisimu dan besok jangan bersekolah dulu, biarkan demammu benar-benar sembuh, arasseo”
“hmmm arasseo”
Won woo berpamitan dan beranjak pergi. Ku rebahkan badanku sambil terus memikirkan pemuda yang telah membuatku selalu gelisah dan hampa tanpanya.
 (10:45)
“Hari ini kukira keadaanku sudah lebih baik dari yang semalam”
Saat aku masih berbaring di tempat tidur ku, aku mendapati kakak ku sudah berada di kamar ku.
“kenapa kau tidak berangkat ke sekolah?”
Kakak ku mendekati ku dan membelai rambutku dan merasakan bahwa badan ku terasa hangat.
“chagi apa yang terjadi? Apa kau demam?”
“hmmmm”
“apa kau ingin aku panggilkan dokter?”
“aniyo, aku baik-baik saja dan semalam aku sudah memanggil dokter”
“baiklah kalau begitu beristirahatlah aku tak akan mengganggumu”
Aku tersenyum dan kakakku beranjak dari kamar ku. Aku melihat ke layar pnsel ku dan tidak ada sama sekali pesan dari Won woo dan kurasa aku mulai merindukannya bahkan sangat merindukannya.
(02:30)
“chagi ada tamu sepesial untuk mu”
“siapa?”
“namjachingu mu”
“mwo, siapa? Dan kenapa kakak sebut ia sebagai namjachingu ku?”
“karna dia yang bilang”
Aku terkejut setelah Won woo muncul dari samping kakak ku. Dia datang, kembali, kembali dihadapan ku. Akankah aku senang karena dialah orang yang dari tadi aku tunggu.
“chagi, kau sudah sembuh”
Seyum merekah di bibir Won woo. Aku terseyum manis dan kakak ku pun terseyum melihat kami dan mulai meninggalkan kami berdua.
Won woo mengatakan bahwa dia menceritakan tentang hubungan kami dan mengngobrol bersama kakak ku tadi di bawah.
Dia mendekati ku yang terduduk di tempat tidur dan menatapku. Setelah kami mengobrol dan bercanda akhirnya Won woo berpamitan untuk pulang, walau hati kami rasanya tidak rela untuk dipisahkan.
Kedatangan Won woo kerumah saat itu hanya untuk memberi undangan pertemuan wali kelas, dan keesokan harinya kakakku datang ke dalam pertemuan tersebut. Pertemuan tersebut membahas tentang rencana tahunan sekolah yaitu tour / liburan tepatnya dan kali ini tour diadakan di paris dimana pusat fasion berkembang pesat.
Tour akan diadakan satu minggu lagi dan wali kelas dikumpulkan apabila akan ada pendonor atau pembantu dalam terlaksananya acara ini seperti menyediakan tempat, transportasi, makan dan lain-lain.
Dalam hal pendonoran kakakku menyanggupi penyedian tempat menginap serta transportasi dikarenakan kami memang mempunnyai cabang dari STAR HOTEL di paris dan juga memiliki akses didalam kapal pesiar mewah yaitu CARNAVAL.

Sebenarnya ada rasa mengganjal dihatiku karena tidak dipungkiri lagi aku tidak akan bertemu dengan Won woo selama satu minggu.

fanfic first: The first love is irreplaceable

CHAPTER 4
Sebuah gang tiga blok dari apartementku, aku melihat sekumpulan pemuda dan kurasa mereka akan melakukan hal yang tidak kuinginkan. Aku melepas tasku dan kupikir akan melawan mereka ber5.
Mereka jatuh dan kurasa mereka tidak akan terima dikalahkan oleh seorang gadis, benar saja mereka mengambil kayu dan akan memukulkannya padaku, tiba-tiba seorang pria memelukku untuk menghalau mereka memukulku dengan taruhan punggungnya akan menerima pukulan itu.
Bertubi-tubi para pemuda itu memukul orang yang memelukku itu dan tanpa kusadari orang yang memelukku adalah won woo.
“apa yang kau lakukan kau terluka, cepat menyingkir dariku”
“aku akan menyingkir dan melawan mereka jika kau tidak marah lagi padaku dan memaafkan aku”
Jawab won woo yang tetap memelukku
“kau ini cepat, cepat menyingkir”
Aku mulai kawatir pada keadaan won woo yang sisi punggungnya mulai mengeluarkan darah entah aku menjadi sangat bersalah padanya “baiklah aku memaafkanmu dan cepatlah menyingkir dariku”
Aku mendorongnya untuk menjauh dariku ia terseyum di sampingku tetapi para pemuda tadi membalas dan tanpa ku sadari mereka hamper mengenai kepalaku jika won woo tidak menghalaunya dengan langannya.
Won woo melihatku menangis dan diapun segera menghajar para pemuda tadi hingga mereka kabur. Aku menangis melihatnya penuh luka karnaku.
“pabo-pabo”
Aku tidak tahu mengapa ia melakukan itu.
            Aku membawa won woo ke rumahku ia terkejut.
“kau ini sangatlah kaya tetapi kenapa kau menggunakan bus untuk kesekolah kenapa tidak menggunakan sopir untuk mengantarmu kau bisa pamer mobilmu ke setiap anak atau kau mengunakan baju bermerek ke sekolah?”
“kau juga kenapa menggunakan bus dan mengapa kau tidak memakai pakaian yang bermerek kesekolah kau pemilik sekolah bahkan rumahmu juga mewah”
 tanyaku pada won woo sembari aku mengambil obat untuk mengobatinya.
“karena aku tidak suka mencolok dan juga barang mewah tidaklah terlalu penting untukku sedangkan aku hanya mengenakan hal-hal yang nyaman dan kusuka tidak perduli itu bermerek atau bukan”
Jawab won woo dengan percaya diri
“kalau begitu itu juga jawabanku”
“ah jinja ternyata kita mempunyai banyak kesamaan dalam hal hobi dan kesukaan wah kita jodoh”
Aku langsung menatapnya membuatnya berhenti berbicara.
“Ah bisakah kau pelan sedikit itu sangat menyakitkan”
Aku tidak pernah menjawabnya lagi kupikir tidak penting menjawabnya.
            Aku menghantar won woo untuk menuju kamar tamu.
“beristirahatlah sementara disini”
“baiklah”
Aku mengantarkan makanan dan menyuapinya karena tangan kanannya terluka dan kukira aku semakin suka padanya.
“apakah aku boleh menanyakan sesuatu padamu, apa kau sendirian dirumah ini karena aku lihat dari tadi hanya pelayanmu saja yang terlihat apakah kau punya saudara dan dimana kedua orang tuamu?”
“kakakku sedang berada dijeju island untuk alas an pekerjaan dan orang tuaku….”
Aku merasa teringat pada orang tuaku dan tidak kusangka aku meneteskan air mataku akupun segera menghapusnya dan terseyum
“orang tuaku telah pergi kesurga”
Jawabanku sambil kembali menangis dan akupun segera meninggalkan won woo aku tidak ingin ia melihatku menangis lagi ke2 kalinya.
“ahh bagaimana ini aki telah membuatnya menangis”
Aku selalu sedih setiap mengingat orang tuaku dan aku tidak bisa erasa tenang jika mengingat pembunuhan 3th lalu. Aku mendengar suara orang melangkah menuju kearahku
“kenapa kau berada disini?”
Tanyaku pada orang itu sambil mengusap air mataku yang membasahi pipiku.
Won woo memelukku dari belakang tepat dimana aku berdiri disamping ranjang
“maafkan aku aku tidak sengaja menanyakan hal itu dan jika kau ingin cerita atau menangis datanglah padaku aku akan mendengarkanmu”
Perkataannya itu membuat aku meneteskan airmataku kembali. Won woo membalikkan badanku dan mengusap lembut pipiku yang basah
“tenanglah dan jangan menangis aku akan semakin mencintaimu jika kau menangis karena disaat menangis kau terlihat sangat lucu dan manis”
Akupun terseyum kecil mendengar kata-katanya itu. Won woo mendekatkan wajahnya ke wajahku dan entah apa yang terjadi seakan waktu terkunci dan dunia menjadi sepi disaat bibir kami bertaut. Hanya suara detak jantung yang terdengar dengan jelas dan perasaan tenang yang menyelimuti kami berdu.
Sekarang  Won woo membuatku bereda di atas ranjang sembari bibir kami masih tidak terpisahkan ia memelukku semakin erat akupun tidak bisa berkata dan tanganku semakin erat berpegangan pada pinggangnya sebelum bibir kami semakin menjauh.
Won woo menatap dan mengusap wajahku iapun langsung memelukku dan entah kenapa aku menjadi sangat nyaman berada di dalam dekapan won woo apakah aku benar-benar mencintainya.
“I LOVE YOU MY ANGLE”
Bisikan won woo terdengar di telingaku dan membuat ku semakin gila akan semua kalimat yang telah ia ucapkan kepadaku
“I LOVE YOU TOO”
Jawaban yang entah mengapa aku ucapkan. Dan selama semalaman aku tidur didalam kehangatan dekapan won woo yang menenengkanku semalam, semalaman dia menjagaku disampingku dan menyayikan sebuah lagu yang sangat menyentuhku berjudul MY LOVE

neoui ireumboda oneureun
ireoke neol bureulge
My love my love my love
yojeum na isanghada
ireon ge an eosaekhada
neon jeomjeom nal bakkugo isseo

neol manjiryeoda geuman
nae soneul sumgyeosseo sojunghanikka
aekkujeun piano manjidaga
tteoollatdeon mellodi

eottae nae moksori
ttwineun gaseumsori neoege daheumyeon
nae mam jom arajura
neoege michyeoganeun nal
heongkeureojin meori kkeuteomneun jansori
geu modeun geotdeuldo saranghal su isseo
neon geuraedo gyeolguk yeppeul geonikka


My love, my love
I’ve given all my soul

itjanha uri geuttae an mannasseotdamyeon
naui modeun geon
mongnonghan yeongi sok
koekoehaejin geonbaeppunin bameuro

eottae nae moksori
ttwineun gaseumsori neoege daheumyeon
nae mam jom arajura
neoege michyeoganeun nal
heongkeureojin meori kkeuteomneun jansori
geu modeun geotdeuldo saranghal su isseo
neon geuraedo gyeolguk yeppeul geonikka

My love, my love
You're my last love, last love
You're the sweetest girl
I've ever met
My love, my love
I've given all my soul
I've given all my soul
All my soul

Pagi telah tiba aku menyiapkan makanan diatas meja makan dan tidak lama kemudian won woo datang.
“selamat pagi my angle kau bangun pagi sekali, oh… daebak kau yang memasak semua ini wah kau ini, o’iya aku bertanya-tanya kau bangun sepagi itu dan menyiapkan semua ini apakah kau setiap hari seperti ini atau karna aku berada disini dan kau ini sudah mandikah?”
“aish kau ini, ini memang rutinitasku setiap pagi dan aku juga sudah mandi kau saja yang terlalu lama tidur dan terlalu lama dikamar mandi dan apa yang kau kenakan itu dirumahku tidak ada baju seperti itu bahkan kakakku juga tidak punya yang seperti itu kemarin kau datang bukan mengenakan baju itu bukan?”
Tanyaku keheranan dengan bajunya dengan setelan celana panjang dan hem panjang berwarna kebiruan yang ia lipat pada bagian tangan sampai siku.
“ya aku lupa bahwa aku membawa baju di tasku o’iya terimakasih untuk baju kakakmu yang kau pinjamkan kemarin”
“baiklah tidak masalah”
“wah kau pasti bertanya ternyata aku sangatlah tampan apa aku memanglah seorang kekasih dari laki-laki yang ada dihadapanku ini?”
Won woo menggodaku dengan kata-katanya yang tak bisa kupungkiri lagi bahwa aku benar-benar terpikat padanya
“kau ini tidak ada pikiran seperti itu dalam pikiranku bahkan memikirkanmu saja tidak”
Kenapa, kenapa sekarang aku bahkan membohongi diriku sendiri. Aku membalikan badan dan beranjak menuju dapur sebelum tiba-tiba won woo memelukku dari belakang dan.
“kalau kau sekarang tidak memikirkan itu maka pikirkan hal yang akan kuucapkan setelah ini, kau tidak memikirkanku tetapi aku selalu memikirkanmu, kau tidak merindukanku tetapi aku selalu merindukanmu, kau tidak menginginkanku tetapi aku selalu memikirkanku bahkan aku menjadi gila karna terus memikirkanmu, disaat pertama bertemu aku mulai tertarik padamu dan kini aku semakin tertarik padamu bahkan terlalu mencintaimu dan aku berharap kita dapat bersama”
Sambil membalikan badanku ia menatap dalam kedalam mataku.
“dan aku tahu kau juga mempunyai perasaan yang sama denganku”
Apa, apa ini dia apa mungkin dia bisa mengetahui perasaan ku hanya dengan menatapku.
Pagi ini kami makan bersama dan dia berada disebelahku dan kini tangannya sudah lebih baik sehingga dia makan dengan tangannya sendiri.  
Kami selesai makan dan akupun meneguk susu yang mengisi gelasku setengah penuh.
“chagi-ya ada susu di bibirmu”
Aku segera mengambil tisu dan mencoba membersihkan susu yang ada di bibirku. Tangan Won woo menahan tangan ku dan Cupp bibirnya menyentuh bibirku.
“sudah bersih”
Aku membulatkan mataku setelah apa yang dilakukan Won woo.
“ya apa yang kau lakukan?”
Won woo tersenyum tanpa wajah bersalah sedikitpun.
Aku segera membereskan meja makan dan sejak aku membersihkan meja makan won woo selalu menatapku dan entah kenapa hatiku rasanya sangat gugup,.
Ppraaangg~~~
Satu piring jatuh, Won woo segera menghampiriku dan membereskan piring itu. Aku tidak mengijinkannya dan akhirnya kami membereskan piring pecah itu bersama dan tidak disengaja kakiku menginjak pecahan piring sehingga kakiku berdarah dan won woo pun segera melihatnya dan membantuku berdiri tetapi kakiku terlalu sakit merasakannya dan akhirnya Won woopun memnggendongku menuju kursi tamu lalu ia memerintahkan pelayan untuk membersihkan pecahan piring tadi.
“gwencana”
“hmm tetapi agak sakit sedikit”
Won woo membersihkan lukaku dan memberinya perban berhubung kaki yang terkena pecahan adalah telapak kaki sehingga aku tidak bisa berjalan karena rasa nyeri akhirnya won woo menggendongku ke kamar dan membaringkankku untuk bersantai karena ini adalah hari minggu dan kami tidak berangkat sekolah.
Aku menonton televisi dan itulah yang selalu membuatku bosan.
“apa kau bosan?”
Tanya won woo saat masuk ku kamarku.
“ya jika hanya menonton televisi dan tanpa kegiatan apapun selalu membuatku bosan”
“kalau begitu bagai mana kalau kita menonton DVD saja agar lebih seru”
Usulan won woo sepertinya menarik dan kami mulai mencari DVD sebelum won woo menemukan DVD film horror yang tak pernah ku tonton karena aku tidak berani menontonnya. Akhirnya kami menonton film horror tadi walaupun won woo telahku jelaskan bahwa aku sangat takut pada film horror tetapi won woo penasaran ingin menontonnya.
“apa kau takut”
Tanya won woo dengan nada menggoda.
“ya aku takut lalu apa”
“kalau kau takut kau boleh memelukku”
Dia menggodaku lagi dan akhirnya aku melotot dan mendorong badanya. Film telah dimulai dan sampailah pada bagian yang sangat menakutkan
“aaaaaaaaaa…….”
Teriakku sambil memeluk won woo erat-erat dan won woo pun memelukku sambil tertawa.
“kau ini”
Aku berteriak pda won woo dan dia semakin metertawakanku. Aku mematikan televisi itu dan menyuruh won woo pergi dari kamar dan iapun menurutinya.
Won woo pulang dan ada rasa yang aneh kurasakan disaat dia berpamitan, aku merasa aku tidak ingin ia tinggalkan aku ingin dia tetap disampingku.
“chagi aku akan pulang jika ada apa-apa kabari aku dan untuk besok pagi aku akan menjemputmu untuk berangkat sekolah jadi tunggulah namjachingu mu ini besok”
“sejak kapan kau menjadi namjachingu ku hah?”
“sejak kau bilang bahwa kau mencintaiku kemarin”
“benarkah pasti aku sedang kerasukan atau sedang mabuk waktu itu”
“yau kau memang sedang mabuk, mabuk akan cinta mu kepada ku”
“sudahlah cepatlah pergi dari hadapanku”
“baiklah dan jika kau merindukanku cepat hubungi aku”

Sambil tertawa Won woo pergi dan kurasa muka ku sudah berubah merah karena mendengar perkataannya aku menahan malu ku di balik selimut sambil terseyum malu. Dan saat ku rasakan memang ada yang berubah saat aku bersamanya karena aku belum pernah merasakan lega dan bahagia saat bersama laki-laki yang baru kekenal.

fanfic first: The first love is irreplaceable

CHAPTER 3
            Hari telah berganti aku berangkat kesekolah dan aku bertemu won woo di dalam bus karena rumahku dan rumahnya sejalur, dia duduk disampingku aku menyambutnya dengan senyuman akupun mengucapkan terimakasih atas bantuannya kemarin malam
 Kami bercanda gurau dan tertawa dengan lepas, seingatanku aku tidak pernah tertawa selepas ini dengan teman ku sendiri selama ini tetapi aku merasakan hal yang berbeda dengannya. Baik, ceria, dan cerdas itulah yang kukenal dari seorang siswa sekaligus pewaris dari VICTORY HIGH SCHOOL, sekolah yang kami tuju sekarang.
Di dalam bus won woo berkata bahwa ia akan mengajakku ke tempat faforitnya nanti saat istirahat sekolah dan ingin mengenalku lebih dalam, ya itu yang ia ucapkan.
            Bel berbunyi saatnya istirahat dan Won woo telah menunggu diluar kelas. Tanganku digenggamnya dan mengajakku begiti saja serontak semua siswa terheran-heran karena won woo yang mereka kenal tidaklah won woo yang aku kenal,  mereka mengenal won woo sebagai pria yang cool dan tampan serta murid terpandai disekolah dan juga hanya akan bergaul dengan anak-anak yang memang ia inginkan.
Kami sampai di lantai 4 sekolah disitu hanya sebuah ruangan seperti rumah peristirahatan yeng seluruh dindingnya adalah kaca sehingga bisa melihat langsung ke seluruh area sekolah.
 “kenapa kau membawaku kemari?”
 “untuk bersenang-senang dan bersantai sampai jam sekolah habis”
Aku pikir won woo memanglah anak yang sangatlah aneh dia rela membolos demi menemaniku sekarang membolos lagi hanya untuk menunjukan tempat faforitnya padaku.
“apa kau tahu tempat ini adalah tempat faforitku dimana aku menenangkan diri dan menyendiri”
Ia bertanya padaku dengan nada yang tenang dan berat.
“mengapa tempat ini dan mengapa kau menyendiri apakah kau selalu mempunyai masalah”
 “tidak juga tempat ini adalah tempat dimana aku dan kakakku dulu menghabiskan waktu bersama-sama sebelum akhirnya dia pergi keluar negeri untuk menetap disana”
“mengapa kakakmu menetap di luar negeri?”
Tanyaku keheranan pada won woo.
“dia bilang ingin melupakan kesalahan terbesarnya yang telah ia buat penyesalan yang selama mungkin ta termaafkan”
“kesalahan apa sampai tidak termaafkan?”
Aku terkejud serta penasaran, kesalahan apa yang telah dibuat oleh kakak won woo. Won woo tidak menjawab pertanyaanku ia hanya duduk disalah satu pilar menghadap halaman dan terlihat sangat sedih dan kesepian. Aku mendekati dan duduk tepat disamping won woo ia menyandarkan kepalanya di pundakku dan memejamkan matanya.
“apakah kau mau menjadi temanku, teman yang selalu disisiku dan tempatku bersandar disaat aku merasa sendiri?”
Pertanyaan dari won woo membuatku menjadi tersentuh apakah dia sama denganku bahkan ia lebih menyedihkan dariku aku mendengar bahwa keluarganya dulu memiliki perusahaan terbesar di seoul tetapi keluarganya bangkrut saat itu ia masih berusia 14th dan ayahnya terkena serangan jantung karena kebangkrutannya itu hingga ayahnya meninggal dunia, setelah itu kakaknya menjadi pemurung dan semenjak ayahnya meninggal ibunya terlalu sibuk dengan mengurus VICTORY HIGH SCHOOL yang sudah diberikan oleh kakeknya won woo untuk keluarganya agar dapat menutupi ekonomi keluarganya.
            “aku akan menjadi temanmu dan akan menjadi sahabat terbaikmu”
 jawabku dengan yakin, won woo menatapku dan tersenyum
“gomawo my angel”
“apa, kau panggil aku apa?”
Aku terkejut dengan apa yang won woo katakana dia memanggilku dengan sebutan angle.
“molla”
Dengan cepat ia menjawab pertanyaanku dan berbaring dipangkuanku. Aku memandangi won woo dengan teliti dan membelai rambutnya yang kecoklatan itu dendan lembut, tanpaku sangka won woo tidak tertidur dan dia mencium bibirku dengan cepat, dengan cepat aku mendorongnya.
“apa yang kau lakukan”
“aku? Apa yangku lakukan, aku sedang mengungkapkan rasa cintaku padamu”
Dengan senyuman ia menyatakan kalimat yang membuatku bingung.
“kau ini”
Aku langsung pergi tanpa menoleh kebelakang meninggalkan won woo sendiri disana, sesampainya aku di taman aku melihat kembali won woo di lantai 4 itu dia sedang berdiri sambil memejamkan matanya.
Apa mungkin ia benar-benar mencintaiku tetapi kita baru berkenalan 3 hari yang lalu, tetapi tatapanya gayanya dan cara ia memperlakukanku cukup membuatku untuk tertarik padanya apa ini tandanya aku juga mencintainya?.
            Bel pulang sekolah berbunyi aku segera keluar kelas untuk segera pulang dan aku berpapasan won woo didepan kelas ia coba menghalangi langkahku dan akupun mendorongnya lalu aku pergi begitu saja tanpa berani menatap mata won woo.
Kringngngng telfon dari kakak
“yeobseo”
“lin ta-ya maaf hari ini aku tidak bisa menjemputmu ada urusan sampai 3 hari kedepan karena aku harus pergi ke jeju island untuk bisnis kita disana apa kau tidak ada masalah jika kau keberatan aku akan segera menyuruh sopir untuk membawamu sekalian kebandara, oya aku akan segera mengirim sopir untuk menjemputmu dari sekolah”
“ahhh tidak perlu aku akan tetap di seoul kakak lanjutkan saja pekerjaan kakak aku akan baik-baik saja dan tidak perlu mengirim sopir pengganti”
“baiklah hati-hati aku akan membawakanmu sesuatu sewaktu aku pulang”
“hmmm araseo dan hati-hati disana”

Akhirnya telfon terputus dan aku harus menunggu bus di pemberhentian bus. Bus tiba dan sewaktu aku akan masuk won woo menggandengku untuk masuk sekilas aku melepaskan tangannya dan membiarkan dia masuk sendiri akupun segera pergi dan kurasa tidak berat jika pulang berjalan kaki.

Rabu, 23 Maret 2016

fanfic first: The first love is irreplaceable

CHAPTER 2
 (08:00pm) aku bosan berada dirumah aku segera bergegas untuk pergi keluar karna kakakku juga sedang pergi jadi aku memutuskan untuk pergi ke club malam yang biasa kudatangi. Sesampainya disana aku memesan minuman, selang waktu berlalu sudah 3 jam aku disana aku pulang dengan keadaan mabuk berat sampai-sampai aku kesusahan menuju mobilku. Aku tergeletak tak sanggup meneruskan langkahku tetapi seseorang menolongku dang menggendongku samar-samar aku melihat kearahnya tidak jelas semakin buram dan gelap.
(07:35am)
 “Armrmmmmm dimana aku, rumah siapa ini?”
 suara langkah mendekat dan masuk kedalam kamar yang entah kamar siapa ini KREKKKK “morning kau sudah bangun nona pemabuk”
 “HHHAHHHHHH kau”
‘pria yang menolongku adalah won woo lalu apa aku ada dirumahnya’ batinku.
            Kringngngngngng (suara ponsel berbunyi)
 “omo, oppa eothokae”
 terpapang di layar ponselku 30 telfon tak terjawab.
“dimana anak ini apa dia ada dalam masalah atau dia sedang ada urusan, tetapi setidaknya dia mengabariku, aaaaish dimana kau jawab ponselku”
 “hallo kak”
 “dimana kau in? sekarang apa yang terjadi padamu? apa kau baik-baik saja?  kenapa tidak mengangkat telfonku, kenapa kau pergi tanpa memberitahuku, kenapa kau tidak pulang semalaman, apa kau ada masalah, hallo dimana kau apa perlu aku jemput?”
 “kakak hentikan kumohon, aku baik-baik saja aku sedang bersama temanku kakak tidak usah mengkhawatirkanku aku akan pulang sebentar lagi”
 “benarkah aku akan menunggumu”
“arasseo”
 Aku terdiam sesaat setelah telfon tertutup aku langsung memandangi won woo.
 “apa yang terjadi tadi malam, lalu bagai mana aku bisa berada disini, kita tidak melakukan hal-hal yang diluar kesadarankukan?”
“apa yang kau bicarakan kau disini karna aku menolongmu saat kau keluar dari club itu dan kau dalam keadaan mabuk berat lalu aku membawamu dengan mobilmu tetapi aku tidak tahu rumahmu jadi aku bawa kau kerumahku dan jangan khawatir aku adalah pria yang baik jadi jangan berfikiran yang aneh-aneh”.
“ahh sukurlah”
“tetapi apakah kau mengharapkan hal-hal itu”
Won woo menyodorkan wajahnya sehingga jarak antara wajah kami hanya beberapa senti saja.
“apa yang kau lakukan?”
“apakah kau menginginkan hal yang sekarang ada dipikiranmu itu?”
Aku mendorong Won woo. Won woopun tertawa geli melihat reasiku dan mungkin mukaku memerah sekarang.
            Selepas dari rumah won woo aku bergegas pulang dan di perjalanan aku berfikir bahwa ini bukan hari libur itu artinya aku membolos dan won woo juga membolos demi menemaniku
“wah anak itu benar benar”
 “aku pulang”
sampai juga dirumah aku langsung dihadapkan dengan kakakku yang langsung memelukku dan mengusap wajahku serta menelitiku bak seorang satpam.
“kau tidak apa-apa? apa yang terjadi?”
 “aku bosan, aku pergi ke club dan aku mabuk, aku menginap ditempat temanku, lalu aku pulang itulah yang terjadi”
 “kau ini lainkali bilang padaku setidaknya aku tidak sekhawatir ini arayo”
 “ne arayo”
 Aku menuju kamar, mandi dan segera turun untuk makan karena aku sangat lapar, padahal tadi won woo sudah menyiapkan makan untukku tetapi aku hanya minum dan memakan satu sendok saja itupun untuk menghargainya karena telah membuatkan makanan untukku, tetapi makanan buatannya sangatlah lezat sayang aku tidak menghabiskannya tadi.
            “kau kenapa kakak lihat ada yang sedang kau pikirkan”
 kakak tiba-tiba berada dihadapanku
 “ahhhh tidak ada”
 “benarkah”
 Aku menjawab dengan anggukkan lalu kakakku berpamitan dan pergi untuk menyapa pekerjaan yang telah menanti dikantor.
Walau aku tahu bahwa kakakku sangatlah sayang terhadapku tetapi terkadang aku mengira kakakku terlalu posesif terhadapku aku seperti telur yang rapuh dan harus ia jaga sebaik mungkin agar tidak pecah, tetapi aku tahu sikap kakak seperti itu karena hanya aku yang dia punya saat ini karena orangtua kami telah pergi untuk selamanya.



Selasa, 22 Maret 2016

my firts fanfic






The first love is irreplaceable


Genre: romance, school life
main cast:Choi Lin Ta (Lin Ta)
Jeon Won woo (Won woo)
Choi Seung Cheol (S.Coups)
Rate : PG


Typo bergentayangan







~~~Happy Reading~~~ 








PROLOG
            Aku merindu.
            Merindukan kasihsayang telah lama hilang
            Semua orang memandangku dengan kesan cantik, kaya, punya segalanya, digilai banyak laki-laki, cerdas, dan bahagia. Tapi semua itu tak berarti untukku yang aku tahu, aku adalah anak cengeng yang hamper setiap hari menangis meratapi nasipku.
            Setelah kepergian kedua orang tua ku hanya kakak yang aku punya. Memang aku mempunyai kelebihan dalam materi dan kecerdasan tetapi hal yang aku butuhkan hanyalah kasih sayang yang telah lama hilang dari kehidupanku.
            Laki-laki hanya memandangku dari segi gesture, tampang, dan juga materi yang aku miliki. Teman, teman-temanku adalah teman-teman yang suka akan kekayaan dan kesenangan mereka pribadi saja.
            Apa gunanya memiliki banyak harta tanpa ada kasih sayang. Apa gunanya lelaki yang selalu mengejarku karna rupa dan materi yang kupunyai. Apa guna teman yang hanya bisa memandangku dari segi materi untuk kegengsian mereka tentang kekayaan.

CHAPTER 1
Di suasana hangat disertai dengan dedaunan yang berjatuhan dan hembusan angin yang sepoi-sepoi terduduk anak perempuan didekat dua pemakaman yang terhiaskan buket bunga mawar putih cantik yang berhias pita merah.
 “Apapun yang terjadi aku akan membalasnya, membalas luka yang selama ini aku tanggung dengan kakak, luka yang takkan mengering begitu saja. Aku akan membalas orang yang bertanggung jawab atas masa kecil ku yang terbuang dengan tangisan serta kematian ayah dan ibu demi melindungi kami.”
 Ujar sang gadis berumur 17th yang memgenakan gaun pendek putih yang tampak anggun itu.
            Hari pertama disekolah baruku, aku bersiap-siap mengenakan seragam dengan setelan rok 5cm diatas lutut dan baju putih berbalut jas berwarna biru terang.
“kakak apakah kakak akan memgantarku?”.
            “maafkan aku aku harus mengurus beberapa hal yang teramat penting, nanti aku yang akan menjemputmu pakailah sopir pengganti untuk mengantarmu.”
”Ne, arasseo oppa”.
 Disaat itu ia mempunyai keinginan untuk menaiki bus, sesampainya di pemberhentian bus ia berjalan kira-kira memerlukan waktu 15mnt untuk sampai sekolah.
 “mianhae, aku tidak sengaja apa kau baik-baik saja?”
seorang pria tampan menabrakku dari belakang
“ne, gwenchana aku tidak terluka”.
Pria dengan setelan calana panjang dan jas biru terang yang senada dengan seragam yang aku kenakan tidak salah lagi dia pasti satu sekolah dengan ku JEON WON WOO itu yang tertulis di tanda pengenal di jasnya.
“oh aku benar-benar minta maaf CHOI LIN TA”.
 “Aishh bagaimana kau tahu namaku?”
“dari tanda pengenal yang kau kenakan”
 benar juga aku mengetahui nama pemuda ini juga dari tanda pengenalnya bodohnya aku. Kami saling berkenalan dan dia adalah kakak kelasku disekolah dia berusia 18th lebih tua satu tahun dengan ku. Akhirnya kami berangkat ke sekolah bersama, tetapi saat kami sampai di pintu masuk sampai di lobi sekolah semua orang memandangi kami.
            “ada apa?” Tanya won woo
            “aniyo hanya saja kenapa semua orang memandangi kita?”
 “karna kau murid baru disini, cantik lagi”
 “mwo ?”
serontak aku tertoleh mendengar kata-katanya yang mengatakan aku cantik lalu dia menggandeng tanganku dan membawaku ke ruang kepala sekolah. Ia berkata bahwa aku harus bertemu kepala sekolah sebelum aku masuk kelas untuk memberi tahu perihal masuknya aku pada hari itu dan sekaligus mengambil jadwal yang telah disediakan tetapi dari tadi hanya dia yang berbicara pada kepala sekolah setelah aku membungkuk dan memperkenalkan diri tadi.
 “beres”
 “apa secepat itu?”
 kataku dia menggandengku, aku menyempatkan membungkuk pada kepala sekolah untuk menunjukkan rasa hormatku padanya. Apa-apaan ini kelasku tepat berada di depan kelasnya (12G – 11G) astaga apa ini kabetulan.
Won woo memilihkan bangku didekat jendela menghadap langsung ke lapangan basket dan kurasa nyaman juga jika aku duduk disitu.
“memengpa di dekat jendela yang menghadap di lepangan basket?”
“karena kau mungkin menyukainya dan juga dilu aku juga menempati bangku ini”
Seyum merekah di wajahnya.
Bel sekolah berbunyi dan segera Won woo pergi dari kelas menuju kelasnya.
“sampai jumpa” ujar Won woo dengan semangat.
            Pelajaran terasa sangat lama dan skhirnya pelajaran usai dan dari pagi tadi saat terahkir bertemu aku tidak melihat won woo lagi aku keluar dan melihat kakak telah menjemputku dengan mobil lamborjininya berwarna silver kehitamannya itu.
“harimu menyenangkan disekolah?” Tanya kakakku.
 “hmmmm”
jawabku sambil masuk kedalam mobil, kakakku adalah pewaris yang sekarang menjadi pemilik perusahaan STAR ENTERTAINMENT dan juga STAR CAMPENY yang ia warisi dari orang tua kami, sebenarnya aku mempunyai tugas mengurus STAR HOTEL dan juga STAR RESTO yang memiliki berbagai cabang diseluruh benua tetapi aku tidak menginginkannya lalu aku serahkan pada kendali kakakku sementara aku siap untuk mengelolanya. CHOI SEUNG CHEOL begitulah inisial kakakku ia adalah kakak terbaik bagiku ia merawatku sendiri sejak aku berusia 14th disaat orang tua kami terbunuh di depan kami demi melindungi kami. Kakakku berusia 5th lebih tua dariku.
            “apa ada yang ingin kau lakukan sebelum sampai rumah? Berbelanja, makan, atau menghabiskan waktu diluar rumah lainnya?” Tanya kakakku
 “aniyo aku ingin pulang dan beristirahat, aku sangatlah lelah”
            “baiklah jika itu maumu”
            Di dalam mobil aku mencoba memejamkan mataku yang terasa sangatlah berat, tetapi itu tak berhasil. Aku menatap keluar kaca mobil dan melihat Won woo yang sedang duduk di bus sembari memejamkan matanya dan mendengarkan music melalui handsetnya yang terpasang di telinganya. Won woo terlihat sangat tampan saat dia terdiam dan begitu menawan.
            “aish apa yang kupikirkan”
            “wae chagi”
            “ah aniyo”
            Senyumku kearah kakakku yang sedang menyetir dan terfokus kearah jalan.